Bahaya Bahan Kimia Beracun

      Sejalan dengan bertumbuhnya sektor industri dan sektor pertanian skala besar selama abad terakhir ini maka bahan kimia beracun sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Kebanyakan bahan kimia ini digunakan dengan sedikit pemahaman mengenai bahaya yang ditimbulkannya terhadap manusia dan lingkungan.

      Kita menyadari karena harus menggunakan bahan kimia di lingkungan kerja, atau karena kita dapat melihat dan mencium bau polusi yang ditimbulkannya di sekitar. Pabrik-pabrik, kilang pengolahan minyak, dan kendaraan bermotor mengeluarkan asap dan gas yang membuat orang batuk dan tersedak. Saluran air di dekat daerah industri dan perkebunan besar seringkali penuh dengan limbah yang jorok dan bau. Daerah produksi minyak, tumpahan bahan kimia, dan tempat pembuangan sampah mengontaminasi air, tanah, dan udara, yang seringkali dapat dilihat dan tercium.
Adakalanya polusi tidak dapat kita lihat atau kita cium. Beberapa bahan kimia dapat berpindah jauh dari tempat di mana bahan kimia itu digunakan. Bahan berbahaya dan beracun (dikenal juga dengan B3 atau bahan berbahaya dan beracun) tersebut berpindah melalui udara dan air, di dalam makanan yang kita makan, dan di dalam tubuh manusia, binatang, dan ikan. Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam produk-produk biasa seperti botol-botol plastik atau kendaraan bermotor, merupakan sebagian besar dari keseharian kita yang tidak pernah terpikir bagaimana mereka bisa membahayakan kita.

      Bahan kimia beracun dapat membahayakan atau menimbulkan masalah kesehatan pada seseorang atau tidak. Dampak kesehatan akan tergantung pada banyak hal :

  • Jenis dan jumlah bahan kimia yang terpapar
  • Berapa lama seseorang terpapar
  • Usia, berat badan, tinggi badan dan jenis  kelamin
  • Kondisi umum kesehatannya pada saat terpapar

Ancaman kesehatan dari bahan kimia beracun sangat berbahaya pada saat tubuh kita sedang tumbuh atau sedang berubah dengan cepat, seperti :

  • Ketika janin sedang terbentuk di dalam kandungan
  • Ketika seorang anak masih kecil dan sedang  tumbuh dengan cepat
  • Ketika tubuh seorang remaja  sedang berubah dengan cepat
  • Ketika tubuh seorang tua melemah dan kurang mampu menyaring racun

Dampak kesehatan bahan kimia beracun pada seseorang dapat sangat parah, seperti bayi lahir cacat atau kanker. Dampak lainnya mungkin lebih sulit dideteksi, seperti kesulitan belajar, pertumbuhan yang lambat, alergi, sulit mendapatkan anak, dan beberapa penyakit lainnya.

Jumlah yang sangat sedikit pun dapat membahayakan

      Biasanya, para dokter dan ilmuwan mengikuti aturan, “tingkat keracunan ditentukan oleh dosis yang diberikan”. Ini berarti bahwa makin tinggi dosis suatu bahan maka pengaruhnya juga lebih kuat, sebaliknya dosis yang lebih rendah pengaruhnya juga lebih lemah. Sebagai contoh, racun seperti arsenik atau sianida hanya beracun jika orang mengkonsumsinya dalam jumlah besar. Bahkan obat-obatan yang umum, seperti aspirin, sangat membantu jika diminum dalam jumlah kecil, tetapi dapat membahayakan jika diminum dalam jumlah besar.

Tetapi beberapa bahan kimia beracun dapat sangat membahayakan meski jumlahnya sangat sedikit. Bahan kimia ini, seperti POPs dan PCB, dalam jumlah sekecil apapun tidak aman.

Kepekaan Terhadap Beberapa Bahan Kimia

      Bagi sebagian orang efek dari beberapa bahan kimia atau paparan dari satu bahan kimia dapat menyebabkan penyakit yang disebut kepekaan terhadap beberapa bahan kimia (multiple chemical sensitivity=MCS) atau penyakit yang ditimbulkan oleh kondisi lingkungan. Penderita MCS bereaksi kuat terhadap racun-racun yang umum terdapat dalam cat, minyak wangi, mobil dan bahan-bahan bangunan.

      Tanda-tanda MCS antara lain pilek, mata gatal, sakit kepala, tenggorokan gatal, sakit telinga, sakit di kulit kepala, linglung atau ngantuk, denyut jantung yang cepat, masalah perut, mual, kram perut, diare, dan sakit persendian.

      Karena orang memperlihatkan gejala MCS yang berbeda-beda banyak petugas kesehatan yang tidak percaya bahwa itu betul-betul penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia. Sebaliknya, mereka menganggap itu disebabkan oleh tekanan emosional. MCS juga sering disalahartikan dengan alergi, sementara ini berbeda dari alergi dengan beberapa alasan :

  • Gejalanya muncul setiap kali orang tersebut terpapar oleh bahan kimia.
  • Efeknya jangka panjang (kronis) dan tidak musiman.
  • Gejalanya muncul walaupun sedikit terpapar.
  • Gejalanya menghilang ketika gejala pemicunya dipindahkan atau  dibuang.
  • Gejalanya muncul jika terpapar bahan-bahan lain (misalnya cat dan  minyak wangi, atau plastik dan asap rokok).

Pencegahan dan Pengobatan

      Cara terbaik untuk mencegah MCS adalah dengan menjauhi bahan kimia penyebabnya. Karena reaksi setiap orang berbeda, pengobatan MCS tergantung pada penderitanya, meski kondisinya membaik bila racun dijauhkan atau dihilangkan dari lingkungan mereka.

Iklan
Categories: Tentang KIMIA | Tag: , , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Bahaya Bahan Kimia Beracun

  1. Good post. I’m facing a few of these issues as well..

  2. This design is incredible! You certainly know how to keep a reader entertained.

    Between your wit and your videos, I was almost moved to start my
    own blog (well, almost…HaHa!) Great job.
    I really enjoyed what you had to say, and more than that, how
    you presented it. Too cool!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: